Kamis, 02 April 2009

Etape Empat Tour de Singkarak Jadi Tantangan Berat

Menjelang event Tour de Singkarak (TdS) yang akan digelar 29 April-3 Mei nanti Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) mencatat etape keempat akan menjadi tantangan terbesar bagi para peserta tur.

Etape keempat atau etape terakhir TdS yang berhadiah total USD 60.000 (Rp660 juta) ini akan melewati Singkarak-Danau Kembar “Di Singkarak para pembalap harus ekstra hati-hati, di area ini ada banyak polisi tidur terutama saat melewati area Tanah Datar sepanjang 30 kilometer. Setelah itu mereka harus menyiapkan fisik karena tanjakan yang harus dilalui cukup tinggi hingga mencapai 1.700 meter di atas permukaan laut,” kata Sekretaris Jendral PB ISSI Sofian Ruzian di Gedung Sapta Pesona Depbudpar, Jakarta, Kamis, (2/4).

Tour de Singkarak akan menempuh jarak 459 kilometer terbagi dalam empat etape, yakni Padang-Bukittinggi (92,3 km), Bukittinggi-Sawahlunto (85,1 km), Sawahlunto-Danau Singkarak (90,2 km), Danau Singkarak-Danau Kembar-Danau Singkarak (188 km).Etape terpanjang adalah etape ketiga yang perlu menghabiskan waktu hingga dua hari.

Melihat kondisi tersebut, PB ISSI mengusulkan adanya perombakan di sejumlah lokasi. Selain itu, banyaknya jalan yang bolong cukup disorot oleh PB ISSI.

“Kami berencana akan meninjau kembali lokasi etape 3-6 April bersama technical delegate dari UCI (Union Cycliste Internationale) Jamaludin Mahmood. Jika lokasi belum memadai sebagai alternatif para peserta tidak akan mengelilingi Danau Singkarak atau etape keempat ditiadakan. Tapi tentunya kami tidak berharap demikian,” ujar Sofian yang juga Direktur Perlombaan TdS ini.

Hingga saat ini sudah ada enam tim yang memastikan diri hadir. Namun baru tiga tim yang telah memastikan jadwal keberangkatan mereka kepada PB ISSI. Mereka adalah tim Jazy Sports-Beacon (Filipina), Azad University (Iran), dan Budget Forklifts (Australia).

Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Marlis Rahman yang bertindak sebagai tuan rumah sudah berkoordinasi dengan menyiapkan destinasi bagi daerah yang akan dilalui lewat penerbangan Air Asia. “Jika biasanya penerbangan dilakukan 7 kali seminggu akan ditingkatkan menjadi 10 kali. Penerbangan Garuda juga akan menyiapkan 2.700 tempat duduk,” jelasnya.

“Pemeriksaan lokasi akhir oleh kepolisian akan dilakukan 26 April. Secara fisik kami masih meninggalkan tiga lokasi di Sawahlunto karena masih hujan. Area yang licin masih terus kami lindungi. Mulai 6 April lampu jalan dan rambu-rambu mulai dipasang,” Marlis melanjutkan.

Dirjen Pemasaran Depbudpar Sapta Nirwandar memastikan event TdS ini akan berbeda dari tur pada umumnya. “Event ini akan dimeriahkan oleh 115 musisi lokal dan nasional yang akan menampilkan konser musik Minangkabau dalam pembukaan dan penutupannya. Kebagian mengurus konser ini adalah composer kenamaan yang juga putra daerah Dwiki Darmawan,” terangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar