Pihak penyelenggara kompetisi Sampoerna Hijau Proliga 2009 tidak perlu gentar menghelat partai final Minggu, (29/3) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Mereka sudah membuka pintu lebar-lebar bagi penonton yang hendak menjadi saksi kemenangan tim kesayangannya.
Semula pihak panitia belum mengizinkan babak empat besar untuk disaksikan khalayak ramai. Imbasnya Solo yang semula kebagian menjadi tuan rumah final four harus menerima dengan lapang dada bahwa kotanya tidak jadi dikunjungi.
“Persiapan untuk final besok bisa dibilang sudah maksimal, meski sebelumnya sempat mengalami kendala saat di Magetan. Mulai dari perizinan tempat, dan keamanan. Kami telah melibatkan pihak Polda dan Mabes sebanyak 120 orang personel. Selain itu kepolisian yang diturunkan untuk kampanye juga kami libatkan,” kata Direktur Proliga Hanny Surkatty di Jakarta, Sabtu (28/3).
Selain melibatkan keamanan, dia juga mengatakan pihaknya sudah memasang umbul-umbul di sekitar pintu masuk tennis indoor. “Ini kami lakukan agar para penonton tidak kesulitan mencari tempat pertandingan,” ujar Hanny.
Hanny juga menghimbau agar para penonton menghindari pemakaian atribut partai politik (parpol). Mereka hanya diperbolehkan menggunakan atribut klub yang dijagokan saja. “Kami ingin partai final dapat dinikmati umum, meski kapasitas tennis indoor lebih terbatas jika dibandingkan Istora Senayan. Untuk itu, akan disediakan plasma TV di luar tempat pertandingan agar penonton yang tidak kebagian tempat masih bisa menyaksikan tim jagoannya.”
Di lain pihak, Brand Manajer Sampoerna Hijau Suminto Alexander Hermawanto mencatat perhelatan Proliga tahun ini dapat terlaksana karena adanya komitmen dan disiplin yang tinggi antara Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), Sampoerna dan klub-klub peserta. “Meski sempat ada tekanan, hingga publikasi yang mendadak saat babak final four hingga harus digelar di Magetan dan Sentul kami bersyukur dapat melewatinya dengan baik. Sambutan beberapa daerah juga meningkat,” katanya.
Dia melanjutkan olahraga voli sarat akan nilai kerjasama, karena itu pihaknya percaya babak final dapat berlangsung aman. Beberapa tim yang siap memperebutkan mahkota Proliga 2009 juga tak kalah optimisnya.
“Pada prinsipnya kami akan tetap bermain eksis, meski pada babak awal sempat terseok-seok. Namun, berbekal kemenangan saat di Magetan bisa menjadi modal kami di partai final,” ujar Pelatih tim putri Jakarta Elektrik PLN Victor Laiyan.
Senada dengan Victor, Manajer tim putri Surabaya Bank Jatim Rusdi mengatakan kondisi pemain sudah siap dan dalam keadaan sehat. Sementara juara bertahan putra Jakarta Sananta menyiapkan pemain terbaiknya saat bertemu Surabaya Samator. “Pemain kami Joko Murdianto yang sempat mengalami cedera juga akan diturunkan agar mampu memberi maksimal,” tutur Manajer Tim Sananta Utun Ahadiat.
Tiket babak final Proliga Rp75.000 untuk kelas biasa dan Rp150.000 untuk VIP. Usai babak final, Senin (30/3) 12 atlet terpilih akan menjalani Atlet Camp di Hotel Sultan. Pelatihan ini diberikan agar pemain voli memiliki bekal saat berhadapan dengan wartawan.
Dipublikasikan di harian jurnal nasional, Minggu 29 Maret 2009
suplemen top soccer halaman 7
Sabtu, 28 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar