Pasangan pebola voli pantai Andy Ardiansyah/Koko Prasetyo Darkuncoro berhasil meraih kemenangan pertama dalam turnamen rangkaian seri Asia Pasifik yang digelar di Nakhon Si Thammarat, Thailand mulai 4-6 April ini.
Koko yang baru saja mengantarkan tim Palembang Bank Sumsel di ajang Proliga 29 Maret lalu kembali memulai debutnya bersama Andy. Langkah ini dilakukan sebagai bagian menghadapi SEA Games Laos, Desember mendatang.
Pada babak final yang berlangsung Senin, (6/4) pukul 15.00 waktu setempat pasangan ini berhasil menumbangkan duet China II Zhong Swibo/Ma Jingrong dua set langsung (21-19, 21-16). Meski bukan utama, pasangan China II tidak bisa dianggap enteng. Sejak set pertama perolehan poin kedua kubu tidak terlampau jauh, bahkan bisa dikatakan seimbang.
“Sejak set pertama terjadi kejar-kejaran poin. Sebelumnya Andy/Koko sempat tertinggal saat skor 16/13. Namun, karena faktor kematangan tim Indonesia 1 berhasil menyusul poin dan berhasil menambah poin hingga kedudukan 21-19. Di set kedua kita sudah mulai bisa membaca kekuatan lawan,” kata Manajer Tim Bambang lewat pesan singkat.
Sebelum sukses menembus final, pasangan peraih emas 1st Asian Beach Games (ABG) ini bertemu dengan rekan satu kompatriotnya Naci Subagja/Yonathan Bambang Monim di babak 16 besar.
Selanjutnya, mereka harus berhadapan dengan tim 2 Kazakstan Alexey Kulinich/Alexandr Dyachenko di babak semifinal. Pasangan Kazakstan ini sempat bertemu dengan Andy/Koko saat berlaga di ABG. Hasilnya, mereka sukses merebut perunggu setelah mengalahkan tim 2 Indonesia Suratno/Dian Putra Santosa di babak perebutan peringkat tiga ABG.
Pasangan Kazakstan memiliki keunggulan dalam hal tinggi badan. Postur tubuh mereka mencapai 1,94 meter. Bandingkan dengan Andy/Koko yang bertinggi badan 1,85 meter.
Bagaimanapun juga pelatih bola pantai Slamet Mulyanto mengatakan berhasil mengatasi rasa takut, meski dengan tinggi badan tidak seimbang merupakan kunci kemenangan anak asuhnya. “Andy/Koko mampu mengontrol permainan di set pertama dengan melancarkan serve yang tajam, sehingga lawan kesulitan untuk mengembalikan bola,” terangnya.
Pada seri pertama ini Indonesia juga mengikutkan pasangan putri Devota S. Raharwin/Ayu Cahyaningsiam (tim Indonesia 1), dan Yokbeth Kapasiang/Fitri Wijayanti. Di kubu putra duet putra yang masih baru diturunkan Naci Subagja/Yonathan Bambang Monim.
Sayangnya tim putri merah putih belum berhasil melaju kebabak final. Devota/Ayu harus kalah di babak 16 besar. Dari tiga pertandingan mereka hanya beroleh satu kemenangan saat melawan Laos, dan kalah atas Jepang, dan China.
Sementara Yokbeth/Fitri meraih dua kemenangan atas Malaysia, dan New Zealand. Dan kalah saat menghadapi Thailand. Menghadapi seri 2 yang akan digelar di Pattalung Thailand (9-11 April) ini Slamet menyatakan dirinya memetok target menembus dua kali final.
“Untuk Andy/Koko tentunya saya berharap mereka bisa menang lagi. Sementara yang lain minimal bisa masuk empat besar. Untuk Naci/Yonathan akan dipersiapkan sebagai generasi penerus Andy/Koko. Mereka berprospek karena memilikki tinggi badan mencapai 1,91 meter. Jadi mereka akan ditugasi melawan tim-tim tangguh,” urai Slamet.
Senin, 06 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar