Kamis, 16 April 2009

Semifinal, Target Paling Masuk Akal

PEBULU Tangkis Indonesia spesialis ganda putra, Candra Wijaya memprediksi tim Indonesia hanya mampu lolos ke babak semifinal pada kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman di Guangzhou, China 10-17 Mei nanti.

“Materi pemain yang masuk dalam tim mayoritas berusia muda. Memang dalam kejuaraan target kita harus menang. Justru ini kesempatan bagi pemain muda untuk unjuk gigi. Tidak diunggulkan harus dijadikan peluang untuk berjuang lebih keras,” kata Candra disela jumpa pers kejuaraan bulu tangkis Candra Wijaya Men’s Double Championship di Jakarta, Rabu (15/4).

Candra yang sudah tujuh kali memperkuat tim Sudirman Indonesia sejak 1997-2007 ini menceritakan pengalamannya semasa di yunior. “Saat itu saya merasa mendapat kehormatan untuk bisa masuk dalam tim. Karena itu, saya tidak peduli dengan titel pemain yunior yang saya sandang. Saya justru ingin mematahkan prediksi negatif menjadi positif,” ujarnya.

Dia juga menilai kemenangan yang diraih bukan berarti tak ada kekurangan. “Meski rata-rata pemain baru, jangan jadikan sebagai kekurangan. Kalah atau menang tentu ada kekuarangan yang perlu diperbaiki,” terang peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 bersama Toni Gunawan ini.

Candra sendiri sempat diminta untuk memperkuat Indonesia di Piala Sudirman. Namun dia memilih tidak ikut, karena ingin memberi kesempatan kepada atlet muda. “Jika yang muda tidak diberi kesempatan, kapan dia bisa menjadi juara. Meski ada risiko tidak menang jangan dijadikan masalah. Dalam pertandingan kalah menang itu biasa, paling penting adalah kesempatan.

Dalam kesempatan yang sama Candra Wijaya juga mempromosikan turnamen ganda putra internasional di GOR Bulu tangkis Senayan, 29 April-3 Mei mendatang. Rencananya turnamen akan dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault.

“Bisa dikatakan turnamen ini adalah sesuatu yang baru di Tanah Air. Karena dikhususkan untuk nomor ganda saja. Hal ini saya lakukan untuk menjaring para pemain ganda putra profesional yang bisa dikembangkan menjadi juara dunia,” jelas Candra.

Ketua Pelaksana pertandingan Rosiana Tendean mengatakan beberapa negara yang sudah memastikan diri ikut adalah Jepang, India Malaysia, Chechnya, dan Singapura. “Nanti Taufik Hidayat akan berpasangan dengan Flandy Limpele. Selain itu juga ada pasangan Alvent Yulianto Candra dan Hendra Aprida Gunawan. Kami berharap nantinya kejuaraan ini bisa masuk dalam kalender BWF,” terangnya.

Kejuaraan ini menyediakan hadiah total Rp200 juta dan memperebutkan piala Candra Wijaya yang didesain khusus berlapis emas. Kategori kelompok umur yang dipertandingkan adalah ganda putra U-16, U-19, dan dewasa (terbuka).

“Sementara saya buat untuk ganda putra dulu, tidak menutup kemungkinan jika ada sponsor akan dibuat untuk ganda putri dan ganda campuran. Sekaligus juga ada soft launch Candra Wijaya Training Center,” jelas Candra.

Senin, 06 April 2009

Kontingen Martial Art Dikukuhkan 16 April

Kontingen atlet yang akan berlaga di ajang 1st Asian Martial Art (AMA 1) pada 25 April-3 Mei mendatang akan dikukuhkan 16 April di Gor Sempaja Kalimantan Timur (Kaltim) oleh Pemerintah Propinsi Kaltim.

Sebanyak 39 atlet yang berasal dari empat cabang olahraga beladiri ini rencananya juga akan menanam 500 buah pohon akasia sebagai bagian dari Program Atlet Peduli Lingkungan.

“Berbagai kendala sudah kami atasi. Antara lain bagi atlet yang masih bersekolah akan dititipkan di sekolah setempat. Kerjasama ini dijalin sebagai langkah persiapan SEA Games (SEAG) Laos 2009 bersama Diknas, dan KONI,” kata Komandan Pelatnas AMA 1 Madju Dharyanto Hutapea di Gedung KONI, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).

Dikatakan Madju untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar atlet terutama uang saku, pihaknya mengupayakan subsidi silang dari atlet yang tergabung di Program Atlet Andalan (PAL) sebanyak 10 orang. “Kebijakan subsidi silang ini telah dikoordinasikan dengan pihak Pengurus Besar (PB) masing-masing cabang,” ungkapnya.

Sebelum dikukuhkan, para atlet akan melewati tahap tes kesehatan lebih dahulu. “Mereka belum dicek kesehatannya. Nanti mereka akan dilihat kadar Hemoglobin (sel darah merah)nya. Apakah mereka memiliki penyakit bawaan atau tidak. Meski laporan yang saya dapat baik, tetap saja perlu ada rekam medisnya,” terang Madju.

Madju juga menilai selama berlatih dan menginap di Hotel Atlet Sempaja, logistic dan suasana yang tercipta sangat baik. Hal ini tentu saja amat mendukung perkembangan kondisi fisik dan mental atlet yang akan bertanding.

Beberapa atlet yang sempat mengalami cedera adalah atlet yudo. Rencananya, usai dikukuhkan di Kaltim para atlet akan berangkat ke Bangkok dari Jakarta 22 April mendatang.

Bertindak sebagai Chef de Mission (CDM) Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, sementara wakilnya adalah Walikota Samarinda Achmad Amins. Berbicara soal target, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB FORKI ini mengatakan dirinya belum bisa memetakan kekuatan lawan.

“Sebagai event pertama kita belum bisa mapping dulu. Namun saat ini yang berpeluang adalah cabang pencak silat. Saya juga berharap saat AMA 1 nanti, wasit yang memimpin pertandingan tidak merugikan atau berat sebelah. Wasit wajib memiliki lisensi internasional,” jelas Madju.

Untuk antisipasi, Madju mengimbau per cabang mengirim dua wasit. Thailand disebut-sebut sebagai Negara yang terkenal culas, karena itu Indonesia harus siap dengan kondisi buruk sekalipun. “Kita harus bisa bermain di lobi internasional,” ujar Madju.

Andy/Koko Raih Kemenangan Pertama

Pasangan pebola voli pantai Andy Ardiansyah/Koko Prasetyo Darkuncoro berhasil meraih kemenangan pertama dalam turnamen rangkaian seri Asia Pasifik yang digelar di Nakhon Si Thammarat, Thailand mulai 4-6 April ini.

Koko yang baru saja mengantarkan tim Palembang Bank Sumsel di ajang Proliga 29 Maret lalu kembali memulai debutnya bersama Andy. Langkah ini dilakukan sebagai bagian menghadapi SEA Games Laos, Desember mendatang.

Pada babak final yang berlangsung Senin, (6/4) pukul 15.00 waktu setempat pasangan ini berhasil menumbangkan duet China II Zhong Swibo/Ma Jingrong dua set langsung (21-19, 21-16). Meski bukan utama, pasangan China II tidak bisa dianggap enteng. Sejak set pertama perolehan poin kedua kubu tidak terlampau jauh, bahkan bisa dikatakan seimbang.

“Sejak set pertama terjadi kejar-kejaran poin. Sebelumnya Andy/Koko sempat tertinggal saat skor 16/13. Namun, karena faktor kematangan tim Indonesia 1 berhasil menyusul poin dan berhasil menambah poin hingga kedudukan 21-19. Di set kedua kita sudah mulai bisa membaca kekuatan lawan,” kata Manajer Tim Bambang lewat pesan singkat.

Sebelum sukses menembus final, pasangan peraih emas 1st Asian Beach Games (ABG) ini bertemu dengan rekan satu kompatriotnya Naci Subagja/Yonathan Bambang Monim di babak 16 besar.

Selanjutnya, mereka harus berhadapan dengan tim 2 Kazakstan Alexey Kulinich/Alexandr Dyachenko di babak semifinal. Pasangan Kazakstan ini sempat bertemu dengan Andy/Koko saat berlaga di ABG. Hasilnya, mereka sukses merebut perunggu setelah mengalahkan tim 2 Indonesia Suratno/Dian Putra Santosa di babak perebutan peringkat tiga ABG.

Pasangan Kazakstan memiliki keunggulan dalam hal tinggi badan. Postur tubuh mereka mencapai 1,94 meter. Bandingkan dengan Andy/Koko yang bertinggi badan 1,85 meter.

Bagaimanapun juga pelatih bola pantai Slamet Mulyanto mengatakan berhasil mengatasi rasa takut, meski dengan tinggi badan tidak seimbang merupakan kunci kemenangan anak asuhnya. “Andy/Koko mampu mengontrol permainan di set pertama dengan melancarkan serve yang tajam, sehingga lawan kesulitan untuk mengembalikan bola,” terangnya.

Pada seri pertama ini Indonesia juga mengikutkan pasangan putri Devota S. Raharwin/Ayu Cahyaningsiam (tim Indonesia 1), dan Yokbeth Kapasiang/Fitri Wijayanti. Di kubu putra duet putra yang masih baru diturunkan Naci Subagja/Yonathan Bambang Monim.

Sayangnya tim putri merah putih belum berhasil melaju kebabak final. Devota/Ayu harus kalah di babak 16 besar. Dari tiga pertandingan mereka hanya beroleh satu kemenangan saat melawan Laos, dan kalah atas Jepang, dan China.

Sementara Yokbeth/Fitri meraih dua kemenangan atas Malaysia, dan New Zealand. Dan kalah saat menghadapi Thailand. Menghadapi seri 2 yang akan digelar di Pattalung Thailand (9-11 April) ini Slamet menyatakan dirinya memetok target menembus dua kali final.

“Untuk Andy/Koko tentunya saya berharap mereka bisa menang lagi. Sementara yang lain minimal bisa masuk empat besar. Untuk Naci/Yonathan akan dipersiapkan sebagai generasi penerus Andy/Koko. Mereka berprospek karena memilikki tinggi badan mencapai 1,91 meter. Jadi mereka akan ditugasi melawan tim-tim tangguh,” urai Slamet.

Jumat, 03 April 2009

Pengumuman Skuad Sudirman Ditunda Hingga Senin

Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) berencana mengumumkan skuad Piala Sudirman, Senin (6/4). Padahal pada 10 April pendaftaran entry by name sudah ditutup.

Praktis PBSI hanya punya sisa waktu sebanyak tujuh hari untuk menggodok nama-nama atlet. Sehingga para atlet bisa bernafas lega karena sudah ada keputusan. “Kami sudah membahas nama-nama yang masuk. Karena banyaknya usulan, maka Binpres (Pembinaan dan Prestasi) akan menggodok sesuai kebutuhan,” kata Ketua Umum PBSI Djoko Santoso saat ditemui di Cipayung, Jakarta Jumat (3/4).

Dia mengatakan Kasubid Pelatnas Christian Hadinata dan Kabid Binpres Lius Pongoh telah diberi kewenangan untuk menggarapnya. “Kemungkinan Senin atau Selasa (6/4) depan sudah dapat diputuskan,” lanjut Djoko.

Disinggung soal waktu perhelatan yang semakin dekat, Panglima TNI ini tidak mau terlalu dikejar waktu. “Nama atlet yang dimasukan membutuhkan beberapa prosedur seperti cek kesehatan, dan perkembangan latihan. Jadi tidak usah terburu-buru, jika dimumkan Senin masih ada waktu untuk mendaftar,” ujarnya.

Soal jumlah atlet dan target Tim di Piala Sudirman, Djoko menyebut jumlah tim Piala Sudirman dibawah 20 orang. “Kami tetap mematok target juara, karena sektor ganda kita masih berpeluang.”

Selanjutnya Djoko menyebut pemain pelatnas akan lebih diutamakan masuk dalam tim. “Soal berita yang mengabarkan bahwa Vita Mariss menolak panggilan PBSI itu tidak benar. Kami saja belum memanggil dia, jadi bagaimana mungkin dia menolak. Kandidat untuk Manajer Tim kemungkinan adalah Pak Yacob Rusdianto (Sekjen PBSI) atau Pak Yan Haryadi,” cetusnya.

Di sektor tunggal pria, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso diprediksi menjadi kekuatan inti tim nasional. Adapun di tunggal wanita, Maria Kristin Yulianti dan Adriyanti Firdasari bakal menjadi tumpuan.

Meski belum ada keputusan, pelatih tiap-tiap sektor telah memberikan gambaran kebutuhan pada nomor yang diarsitekinya. Di sektor ganda campuran, Richard Mainaky mengaku masih membutuhkan kesenioran Flandy Limpele dan Vita Marissa.

"Lawan akan segan jika kita menurunkan pasangan terbaik yang dimiliki, Nova Widianto/Liliyana Natsir dan Flandy/Vita. Tak hanya di nomor itu, saya yakin bahwa kepercayaan diri sektor lain juga meningkat jika ada pemain yang kuat," terang Richard.

Di ganda campuran, saat ini pelatnas hanya memiliki dua pasangan yang cukup matang, Nova/Liliyana dan Devin Lahardi/Lita Nurlita. Selebihnya masih berada di lapisan lebih bawah.Sementara kebutuhan di sektor ganda campuran, yakni tiga pasang.

"Jika pengurus bisa mengusahakan tambahan di nomor ganda campuran itu, saya rasa tak masalah. Tinggal bisa cepat atau tidak. Kalau lambat, juga akan berpengaruh pada persiapan tim," terang dia. Selain itu, pihaknya akan terus mencari pelapis di pemain pria untuk memperkuat tim. "Bisa (Muhammad) Rijal atau Fran Kurniawan," tegas dia.

Pelatih ganda putri Aryono Miranat mengakui sektornya kurang tangguh untuk menghadapi Piala Sudirman. Pasalnya pelatnas hanya memiliki dua pasangan senior di pelatnas, yakni Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari dan Greysia Polii/Nitya Khrishinda.

Meski demikian Shendy/Meiliana dianggap belum terlalu berpengalaman karena masih sedikit mengikuti turnamen Super Series. Sementara Greysia/Nitya baru saja dipasangkan.

"Tidak mungkin saya melibatkan Butet (sapaan karib Liliyana Natsir) untuk memperkuat ganda putri. Dengan kondisi seperti itu, dia akan berkonsentrasi di nomor ganda campuran," terang Aryono

Kamis, 02 April 2009

Genjot Stamina Untuk Piala Sudirman

Para atlet pelatnas yang akan turun di Piala Sudirman 2009 10-17 Mei mendatang perlu menggenjot stamina sebagai bagian dari persiapan. Pasalnya dalam beberapa turnamen terakhir cukup banyak atlet andalan yang kondisi fisiknya kurang baik.


Hal ini dilihat dari evaluasi hasil pemain pelatnas ketika tampil dalam rangkaian turnamen super series di Eropa bulan Maret kemarin. Gelar di empat turnamen awal tahun 2009 belum berhasil digondol pemain pelatnas Cipayung.

Untuk Piala Sudirman nanti, Pengrus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) mematok target menembus final. Alasannya sejak even tersebut dihelat pertama kali di Jakarta pada 1989, Indonesia baru kebagian satu kali juara. Selebihnya menjadi runner-up saja sebanyak enam kali.

Saat ini PB PBSI belum berani memasang target juara karena China merupakan Negara yang terkuat di perbulutangkisan dunia. Selain Piala Sudirman, Piala Thomas dan Uber ada di genggaman China.

Meski demikian kesempatan menjadi juara masih tetap terbuka. "Jika kami memasang target final, tinggal selangkah lagi menjadi juara," kata Kasubid Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata saat dihubungi Kamis, (2/4).

Dikatakan Christian, bagi para pebulu tangkis lapis pertama Cipayung, tidak mengalami kesulitan dalam hal teknik seperti Sony Dwi Kuncoro. Apalagi mereka cukup sering mengikuti turnamen kelas dunia.

"Persoalan fisik yang tidak baik saat mengikuti turnamen Eropa menjadi catatan penting jajaran pelatih. Karena itu kami punya pekerjaan rumah untuk meningkatkan fisik dalam waktu yang tersisa ini," terang Christian.

Dengan kondisi fisik yang prima, para pemain diharapkan dapat tampil konsisten selama delapan hari pertandingan. "Jangan sampai kita hanya menang pada satu putaran, tapi besoknya jelek," tambah Christian.

Latihan fisik yang dimaksud bukan hanya penambahan porsi pada aspek di luar lapangan, tapi juga fisik saat berada dalam lapangan. Chritian mencontohkan saat drilling bola.

Untuk mengoptimalkan latihan tersebut, PBSI mengharapkan pelatih teknik dan fisik bisa bekerja sama dengan lebih baik. Maksimal, satu pekan lagi para pemain harus melakoni latihan fisik yang lebih berat daripada biasanya. Selepas jadwal latihan fisik, para pebulu tangkis Cipayung melakoni serangkaian simulasi. Tapi, waktu dan lokasinya belum ditentukan hingga kemarin.

Pelatih ganda putra pelatnas PB PBSI Sigit Pamungkas telah melaksanakan program itu sejak anak asuhnya pulang dari Swiss Terbuka Super Series yang berakhir 15 Maret lalu. “Untuk Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama Dasuki diwajibkan menambah latihan untuk meningkatkan kekuatan tangan. Demikian pula Bona Septano/Mohammad Ahsan. Adapun Markis Kido tetap diwajibkan memulihkan kondisi lutut kirinya yang cedera,” ujarnya.

Di lain pihak tunggal Putra Sony Dwi Kuncoro mengakui porsi latihan yang dijalaninya lebih padat dan berat. “Dengan latihan berat ini saya berharap di Piala Sudirman kondisi bisa lebih fit dan cedera tidak kambuh,” katanya.

Selanjutnya Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso berencana melakukan rapat dengan pengurus lainnya hari ini, Jumat (3/4) usai Salat Jumat untuk membahas para pemain yang akan dimasukan dalam tim Piala Sudirman.

Perkiraan Skuad Inti Piala Sudirman

Tunggal pria

Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso

Tunggal wanita

Maria Kristin Yulianti, Adriyanti Firdasari

Ganda pria

Markis Kido/Hendra Setiawan, Bona Septano/Mohammad Ahsan, Candra Wijaya*, Alvent Yulianto*

Ganda wanita

Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari, Greysia Polii/Nitya Krishinda, Vita Marissa*

Ganda campuran

Nova Widianto/Lilyana Natsir, Devin Lahardi/Lita Nurlita, Muhammad Rijal*, Flandy Limpele*, Vita Marissa*

Catatan: *pemain non-pelatnas

Etape Empat Tour de Singkarak Jadi Tantangan Berat

Menjelang event Tour de Singkarak (TdS) yang akan digelar 29 April-3 Mei nanti Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) mencatat etape keempat akan menjadi tantangan terbesar bagi para peserta tur.

Etape keempat atau etape terakhir TdS yang berhadiah total USD 60.000 (Rp660 juta) ini akan melewati Singkarak-Danau Kembar “Di Singkarak para pembalap harus ekstra hati-hati, di area ini ada banyak polisi tidur terutama saat melewati area Tanah Datar sepanjang 30 kilometer. Setelah itu mereka harus menyiapkan fisik karena tanjakan yang harus dilalui cukup tinggi hingga mencapai 1.700 meter di atas permukaan laut,” kata Sekretaris Jendral PB ISSI Sofian Ruzian di Gedung Sapta Pesona Depbudpar, Jakarta, Kamis, (2/4).

Tour de Singkarak akan menempuh jarak 459 kilometer terbagi dalam empat etape, yakni Padang-Bukittinggi (92,3 km), Bukittinggi-Sawahlunto (85,1 km), Sawahlunto-Danau Singkarak (90,2 km), Danau Singkarak-Danau Kembar-Danau Singkarak (188 km).Etape terpanjang adalah etape ketiga yang perlu menghabiskan waktu hingga dua hari.

Melihat kondisi tersebut, PB ISSI mengusulkan adanya perombakan di sejumlah lokasi. Selain itu, banyaknya jalan yang bolong cukup disorot oleh PB ISSI.

“Kami berencana akan meninjau kembali lokasi etape 3-6 April bersama technical delegate dari UCI (Union Cycliste Internationale) Jamaludin Mahmood. Jika lokasi belum memadai sebagai alternatif para peserta tidak akan mengelilingi Danau Singkarak atau etape keempat ditiadakan. Tapi tentunya kami tidak berharap demikian,” ujar Sofian yang juga Direktur Perlombaan TdS ini.

Hingga saat ini sudah ada enam tim yang memastikan diri hadir. Namun baru tiga tim yang telah memastikan jadwal keberangkatan mereka kepada PB ISSI. Mereka adalah tim Jazy Sports-Beacon (Filipina), Azad University (Iran), dan Budget Forklifts (Australia).

Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Marlis Rahman yang bertindak sebagai tuan rumah sudah berkoordinasi dengan menyiapkan destinasi bagi daerah yang akan dilalui lewat penerbangan Air Asia. “Jika biasanya penerbangan dilakukan 7 kali seminggu akan ditingkatkan menjadi 10 kali. Penerbangan Garuda juga akan menyiapkan 2.700 tempat duduk,” jelasnya.

“Pemeriksaan lokasi akhir oleh kepolisian akan dilakukan 26 April. Secara fisik kami masih meninggalkan tiga lokasi di Sawahlunto karena masih hujan. Area yang licin masih terus kami lindungi. Mulai 6 April lampu jalan dan rambu-rambu mulai dipasang,” Marlis melanjutkan.

Dirjen Pemasaran Depbudpar Sapta Nirwandar memastikan event TdS ini akan berbeda dari tur pada umumnya. “Event ini akan dimeriahkan oleh 115 musisi lokal dan nasional yang akan menampilkan konser musik Minangkabau dalam pembukaan dan penutupannya. Kebagian mengurus konser ini adalah composer kenamaan yang juga putra daerah Dwiki Darmawan,” terangnya.